30/07/2025
SABAR DAN SYUKUR
الْحَمْدُ لِلَّهِ أَهْلِ الْحَمْدِ وَالثَّنَاءِ الْمُنْفَرِدِ
بِرِدَاءِ الكبرياء الْمُتَوَحِدِ بِصِفَاتِ الْمَجْدِ وَالْعُلَاءِ، أَشْهَدُ أن لا
إله إلا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، الْمُؤَيِّدُ صَفْوَةَ الأَوْلِيَاء بِقُوَّةِ
الصَّبْرِ عَلَى السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاء وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ
الْمُؤَيَّدُ بِالشَّكْرِ وَالصَّبْرِ عَلَى النَّعْمَاءِ وَالْبَلاءِ اللَّهُمَّ صَلِّ
عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْأَنْبِيَاءِ، وَعَلَى أَصْحَابِهِ سَادَةِ الأَصْفِيَاءِ،
وَعَلَى آلِهِ قَادَةِ الْبَرَرَةِ الْأَتْقِيَاءِ، صَلَاةَ مَحْرُوسَةً بِالدَّوَامِ
عَلَى الْفَنَاءِ، وَمَصُونَةٌ بِالتَّعَاقُبِ عَنِ التَّصَرُّمِ وَالْإِنْقِضَاءِ،
وَسَلَّمْ تَسْلِيمًا كَثِيرًا.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أَتَّقُوا
اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ تَعَالَى
وَلَنَجْزِيَنَّ الَّذِيْنَ صَبَرُوا أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ.
وَقَالَ تَعَالَى: ﴿إِنَّمَا يُوَفِّى الصَّابِرُوْنَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ.
وَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ: الصَّبْرُ نِصْفُ الإِيْمَانِ». وَقَالَ : الصَّبْرُ كَنرٌ مِنْ
كُنُوزِ الْجَنَّةِ»
sidang Jum'ah rahimakumullah
Marilah kita bertakwa kepada Allah dan selalu meningkatkan
ketakwaan kita kepada-Nya. Takwa yang tidak hanya diucapkan, tetapi takwa yang
du benar-benar berdampak positif dalam akhlak budi dan semua perbuatan,
lebih-lebih dalam peningka tan kesabaran dan kesyukuran kepada Allah.
jama’ah Jum'ah rahimakumullah
iman
mempunyai dua kandungan yang pokok dan prinsip, ialah sabar dan syukur. Nabi Muhammad bersabda:
الإِيمَانُ
نِصْفَانِ، نِصْفٌ صَبْرٌ وَنِصْفٌ شُكْرٌ
(رواه
ابو منصور الديلمي(
"iman
itu dua bagian, bagian pertama adalah sabar dan bagian kedua adalah
syukur."
(HR.
Abu Manshur ad-Dilami)
Memang
apa yang diberikan Allah kepada manusia di dunia ini hanya dua hal: an-Ni'mah
wal Baliyyah (kenikmatan dan ujian). Dengan kenikmatan manusia harus
bersyukur, dan dengan adanya ujian manusia harus bersabar, yang kedua-duanya
itu merupakan Qadla' (kepastian atau ketentuan dari Allah) yang manusia harus
ridla dalam hati yang sangat dalam.
Apabila
manusia dapat melakukan tiga hal tersebut, baru disebut beriman secara haqîqî.
Seperti yang dikatakan Sahabat Ibnu Abbas:
لَمَّا
دَخَلَ رَسُولُ الله ﷺ عَلَى الْأَنْصَارِ، فَقَالَ: «أَمُؤْمِنُوْنَ أَنْتُمْ؟» فَسَكَتُوْا
pada
waktu Rasulullah datang kepada sahabat Anshar, beliau bertanya: "Adakah
kamu sekalian beriman?"
، فَقَالَ عُمَرُ : نَعَمْ يا رسول الله.
kemudian
Umar menjawab: "Ya, wahai Rasulullah."
قال: «وَمَا عَلامَة ايْمَانِكُمْ؟»
Rasulullah
bersabda: "Apakah tanda-tanda iman kalian?"
قَالُوا:
شُكْرٌ عَلَى الرَّخَاءِ وَنَصْبِرُ عَلَى الْبَلَاءِ وَنَرْضَى بِالْقَضَاءِ، فَقَالَ:
مُؤْمِنُونَ وَرَبِّ الْكَعْبَةِ». أَيْ: أَنْتُمْ مُؤْمِنُونَ وَرَبِّ الْكَعْبَةِ
(رواه الطبراني)
Sahabat
Anshar menjawab: "Kami bersyukur bila memperoleh keberuntungan, kami
bersabar bila menerima ujian, dan kami ridla dengan qadla' Allah (ketentuan
dari Allah)." Kemudian Rasulullah bersabda: "Kamu sekalian sudah
beriman demi Tuhan Ka'bah." (HR. ath-Thabarani).
dari
hadist tersebut jelaslah, bagi kita, bahwa semua umat manusia ini dapat
mencapai predikat iman, apabila sudah mampu bersabar dengan arti yang
seluas-luasnya, dan sudah mampu bersyukur juga dengan arti yang sangat luas,
dan bertambah meningkat lagi iman manusia apabila sudah sanggup menerima apa
saja yang menjadi takdir Allah dengan rela hati.
JAMA’AH JUM'AH RAHIMAKUMULLAH
Kalau kita
berfikir secara jujur dan kita teliti dengan akal secara jernih, maka kita tahu
bahwa kenikmatan Allah yang kita terima, baik nikmat yang alami maupun nikmat
dari hasil usaha yang dilakukan oleh 'umarô' (pemerintah) bersama-sama dengan
rakyat adalah sangat besar sekali. Terbukti dengan keberhasilan pembangunan
kita bangsa Indonesia selama ini, sekalipun kita tidak menutup mata, masih
banyak bangsa kita yang masih belum atau kurang beruntung, maka yang sudah
berhasil maupun yang belum harus bersabar, yang sudah berhasil bersabar untuk
membantu yang belum berhasil, sedangkan yang belum berhasil bersabar menerima
ujian dari Allah. Agar kedua-duanya mendapatkan pahala
dan hikmah dari Allah. begitu
dikatakan:
"كُلُّ
شَيْءٍ
مِنَ
اللَّهُ
لَهُ
حِكْمَةٌ"
"Segala
sesuatu dari Allah pasti ada hikmahnya."
Dari sisi lain, kita telah menerima
nikmat nikmat Allah yang sangat banyak dan sangat agung yang kita tidak mampu
untuk menghitungnya. Allah
telah berfirman:
وَإِنْ
تَعُدُّوا نِعْمَةَ اللَّهِ لَا تُحْصُوهَا [النحل: ١٨]
“Apabila
kamu sekalian menghitung nikmat Allah, niscaya kamu sekalian tidak mampu untuk
menghitungnya." (QS. An-Nahl ayat : 18)
Maka
kita harus dapat mensyukuri kenikmatan Allah dengan arti yang sangat luas.
Artinya, kita dapat menerima nikmat Allah itu dengan rela hati, kemudian kita
merasa cinta (senang) kepada Allah yang memberikan nikmat itu kepada kita.
Sehingga kita dapat meningkatkan ibadah kita kepada Allah.
Selanjutnya kita dapat menggunakan nikmat itu untuk apa
saja yang diridiai Allah, yang hakikatnya mensyukuri nikmat itu akan menambah
peningkatan kenikmatan Allah kepada kita, sebagaimana firman Allah:
لَئِن
شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ﴾
[ إبراهيم: 7]
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan
menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka
sesungguhnya azab-Ku sangat pedih". [Surat Ibrahim
ayat: 7]
Ma'asyiral hadirin Jum'ah RAHIMAKUMULLAH
Apa yang
terjadi di negara kita (hal-hal yang negatif) seperti: kerusuhan, kekerasan,
kebrutalan, perusakan, dan sampai kepada pembunuhan, itu adalah berasal dari
kurangnya kesabaran dan kesyukuran dari bangsa kita sendiri. Kurang
sabar menimbulkan kebencian, kedendaman, dan kenekatan. Dan kurang syukur
menimbulkan keangkuhan, kesombongan, dan ketidakadilan. Oleh karenanya marilah kita saling:
تَوَاصَوْا
بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ [العصر: ٣]
“Saling mengingatkan akan kebenaran dan
saling mengingatkan akan kesabaran". (QS. Al-'Ashr ayat: 3)
تَعَاوَنُوا
عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ﴾ [المائدة:
٢]
"Tolong-menolonglah
kamu sekalian untuk kebaikan dan ketakwaan dan janganlah kamu sekalian
tolong-menolong untuk perilaku dosa dan kejahatan". (QS.
Al-Maidah ayat:2)
Janganlah kita saling menuduh,
menuding, dan mempersalahkan, karena hal itu akan menimbulkan situasi yang
gelap, keruh, dan panas yang membara. Akan tetapi marilah kita saling merasa
memiliki kekurangan, kelemahan, dan kesalahan, Dengan demikian Insya Allah akan
kita rasakan adanya situasi yang manis, aris, harmonis, dan tenang tentram,
damai, serta aman, bahagia, dan sejahtera dalam hidup dan kehidupan kita
sehari-hari.
Sidang Jum'ah Rahimakumullah
Marilah
kita selalu memohon kepada Allah agar kita dapat bersyukur apabila memperoleh
nikmat Allah, dan mampu bersabar apabila menerima bala' (ujian) Allah, dan
selalu ridla apabila mendapatkan gadia' (ketentuan) Allah. Barangsiapa yang
mampu melakukan itu semua, niscaya akan memperoleh janji-janji dari Allab, akan
diberi kehormatan yang agung, kasih sayang, dan petunjuk dari Allah ke jalan
yang benar. Sebagaimana firman Allah SWT:
أُولئِكَ
عَلَيْهِمْ صَلَوَاتٌ مِنْ رَبِّهِمْ وَرَحْمَةٌ وَأُولئِكَ هُمُ الْمُهْتَدُونَ﴾
[البقرة:
١٥٧]
"Mereka akan mendapatkan
penghormatan yang agung dari Tuhan mereka dan kasih sayang, Dan mereka adalah
orang-orang yang mendapatkan petunjuk." (QS. Al-Baqarah Ayat:157)
أَعُوذُ
بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّحِيمِ، [وَمَنْ عَمِلَ صَالِحًا فَلِنَفْسِهِ وَمَنْ
أَسَاءَ فَعَلَيْهَا وَمَا رَبُّكَ بِظلامِ لِلْعَبِيدِ]
بَارَكَ
اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ
مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ،
إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ